2 Kejahilan yang Disukai Wanita

Setiap orang yang sudah memiliki pasangan, baik yang sudah menikah atau masih dalam tahap berpacaran, pastinya menginginkan jika pasangannya selalu mencurahkan perhatian kepadanya. Berkurang sedikit saja perhatian yang diberikan oleh si dia kepada Anda, pastinya akan terasa sangat berbeda, dan tak jarang membuat Anda berspekulasi dengan kemungkinan-kemungkinan yang membuatnya “memangkas” perhatiannya kepada Anda.
Padahal yang sebenarnya, tidak seperti apa yang dibayangkan. Pasang surut dalam sebuah hubungan itu wajar terjadi. Bisa jadi, ia tengah disibukkan dengan setumpuk pekerjaan di kantor, atau bahkan ia sedang dilanda sebuah permasalahan yang berusaha ia pendam sendiri, karena takut membuat Anda menjadi khawatir, sehingga membuatnya tidak sadar telah mengabaikan Anda untuk beberapa saat.
Namun, yang namanya sifat jahil, bisa datang kapan saja. Saat merasa pasangannya mulai acuh tak acuh dan kurang memberi perhatian, beberapa ‘tes’ untuk menguji kadar cintanya pun mulai dilancarkan.
> Aksi mogok
Kalau sudah merasa bete dengan sikap pasangan yang sudah mulai mengenyampingkan keberadaannya, biasanya aksi mogok ngomong serta beberapa aksi, yang sebenarnya konyol, akan dilakukan oleh kaum hawa kepada pasangannya.
Jangan harap menjawab teleponnya, membalas sms darinya pun tidak. Bahkan ada pula yang melancarkan aksi diam seribu bahasa. Kalau dipikir-pikir memang terlihat sangat kekanak-kanakan. Tapi itulah, yang menurut sebagian wanita, mengasyikan jika melihat pasangannya ketar ketir dengan aksi “balas dendam” atas sikap pasangannya yang dirasa mulai berbeda dari biasanya.
“Saya pernah memasang aksi mogok bicara selama dua hari sama pacar saya. Gara-garanya, belakangan ia mulai terfokus pada hobi otomotifnya. Sementara saya di nomor duakan,” ujar Kamila (25), seorang karyawati.
> Selalu salah
Kalau sudah benar-benar jengkel pada pasangan, biasanya apa-apa yang dilakukan pihak pria kepada pasangannya, selalu dianggap salah. Bahkan setangkai bunga yang dibawanya untuk mewakili permintaan maafnya pun, bisa ditolak mentah-mentah. Apalagi, jika membujuknya dengan berjuta rayuan manis dan penawaran yang disenangi wanita, seperti shooping atau ber-salon ria – yang sebenarnya paling anti bagi pria – bisa jadi akan diabaikan.
Dan sudah pasti “sindrom” bete itu, tidak selalu hadir dikala pihak wanita tengah mengalami PMS (Pre Menstruation Syndrome), melainkan dikarenakan sudah mencapai titik dimana dirinya merasa seperti tidak dibutuhkan lagi oleh pasangannya. (Dee)
Sumber: hanyawanita.com

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s