Jangan Biarkan Uang “Menguasai” Ego

Uang, kekuatan benda yang satu ini memang bisa tak terbatas. Karena uang, seseorang yang jujur bisa menjadi seorang koruptor; karena uang, seseorang bisa berubah menjadi arogan; dan karena uang, sebuah hubugan bisa merenggang.
Kita memang tidak bisa menutup mata dan telinga, bahwa uang ternyata bisa merubah hal baik menjadi buruk dan hal buruk menjadi baik. Dan semua itu tentu didukung dengan latarbelakang yang kuat untuk terjadinya sebuah perubahan.
Dalam sebuah hubungan, uang ternyata bisa ikut andil dalam merenggangkan dan melekatkan sebuah hubungan. Tentu Anda pernah mendengar istilah “Ada uang abang ku sayang, tak ada uang abang ku tendang”.
Istilah itu memang sangat ironis, disaat pasangan tengah bergelimang harta, pasangannya (kalau termasuk yang matrealistis) akan seketika mendekati dan memberondong sejumlah permintaan untuk dibelikan sesuatu.
Namun kalau pasangannya sedang mengalami “kanker” alias kantong kering, alias tidak punya uang, jangankan cinta, perhatian pun jadi ikut-ikut surut karena kondisi finansial pasangannya yang sedang menipis.
Menjadikan uang sebagai penentu sebuah hubungan memang bukanlah suatu sikap yang bijaksana. Meskipun ada saja yang mengatakan kalau materi merupakan salah satu hal yang perlu diperhitungkan dalam sebuah jalinan asmara atau kehidupan rumah tangga, akan tetapi di atas itu semua, ada hal yang lebih penting yakni rasa cinta/sayang dan juga rasa saling menghargai.
Seiring dengan perubahan zaman, pendidikan, kesejahteraan, kekuasaan dan kesempatan kerja, hingga penghasilan tinggi, tidak hanya didapat oleh kaum pria. Kaum hawa pun saat ini bisa meraih hal yang sama seperti halnya keberhasilan yang didapat oleh pria. Dan bahkan, untuk urusan finasial, tidak sedikit wanita yang memiliki penghasilan bulanan lebih tinggi dibandingkan pasangannya atau pria lainnya.
Dan tidak jarang kesetaraan dalam beberapa aspek kehidupan tersebut, bisa menimbulkan ego dalam sebuah hubungan percintaan ataupun kehidupan rumah tangga, di masing-masing pihak, pria dan wanita. Lalu bagaimana mengendalikan sebuah ego menjadi sebuah kehangatan dalam hubungan Anda dan pasangan?
>  Cinta tak bersyarat
Pernahkah terlintas dibenak Anda, bahwa orang yang selama ini Anda cintai, bisa saja kehilangan pekerjaannya yang secara otomatis akan kehilangan pendapatan tetapnya? Lalu bagaimana sikap Anda terhadap pasangan?
Seperti kata pepatah “Cinta itu tak bersyarat” dan “Cinta itu buta”. Disaat Anda dan pasangan selalu berpegang teguh pada komitmen untuk selalu setia disaat senang dan sedih, disaat sejahtera secara finasial ataupun miskin karena tak memiliki harta atau penghasilan, maka kalau komitmen tersebut tetap menjadi dasar hubungan Anda berdua hingga akhirnya berlanjut ke jenjang pernikahan, maka akan membuat hubungan Anda berdua menjadi langgeng.
>  Uang hanyalah materi!
Kalau uang menduduki peringkat petama dalam hubungan Anda, bisa dipastikan bahwa akan ada banyak pertengkaran. Begitu pun, jika Anda atau pasangan hanya menilai seseorang dari kondisi finasialnya, pasti tidak akan pernah timbul yang namanya keikhlasan untuk berbagi.
Uang hanyalah satu dari sekian prioritas dalam kehidupan. Dan uang hanyalah benda mati berbentuk materi, yang masih bisa dicari. Jadi relakah Anda mempertaruhkan rasa sayang terhadap pasangan hanya karena uang?
> Lihat kebaikan, jangan selalu keburukannya
Belajarlah untuk menjadi seseorang yang lebih bijak dalam menilai kehidupan dan memandang setiap kejadian dari kacamata kedewasaan dan pemikiran yang rasional. Tentu Anda sudah sering mendengar pepetah ini “Karena nila setitik, rusak susu sebelangga”, bukan?
Pepatah ini, memang sangat pas diucapkan saat seseorang merasakan kekecewaan atas tindakan dari orang yang dipercaya atau di kasihi. Namun, tak jarang pepatah ini juga sering disalahgunakan untuk “menghukum” kesalahan kecil yang dilakukan seseorang, yang sebenarnya bukanlah sesuatu yang perlu dibesar-besarkan. Dan masih memiliki peluang yang cukup besar untuk diperbaiki, jika masih diberikan kesempatan dan waktu untuk merubahnya. (Dee)
Sumber: hanyawanita.com

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s